Mari Kita Renungkan Beberapa Pertanyaan dibawah ini :
Modal Sebagai Hambatan ?
Apakah seorang untuk menjadi pengusaha harus memiliki Keahlian & keterampilan terlebih dahulu ?
Apa yang anda takutkan untuk memulai sebuah usaha ?
Percayakah Anda bahwa kegagalan adalah sebuah proses ?
Resiko bukan harga mati ? Coba pikirkan, adakah suatu pekerjaan yang akhirnya tidak mempunyai resiko ?
Banyak pertanyaan mengapa orang sulit memulai usaha dan akhirnya banyak pula alasan yang sengaja dicari-cari untuk pembenaran, bahwa memulai usaha itu sulit, karena memulai usaha itu harus ada modal, punya tempat usaha yang luas, punya alat-alat produksi yang lengkap, punya banyak karyawan yang harus digaji dan lain-lain.
Mungkinkah kita memulai bisnis tanpa memiliki uang tunai ?
Mari Simak kisah-kisah berikut ini :
- Kebanyakan Wirausaha terkemuka memulai usahanya dengan "Modal Dengkul". Buktinya di pertengahan tahun 70-an, Bill Gates menggagas mimpi besar bahwa Personal Computer (PC) akan tersedia di rumah setiap orang pada suatu masa nanti. Impian itu menjadi slogan yang dikenal begitu luas "computer on every desk and in every home". Dia bersama Paul Allenmemiliki impian ide-ide yang luar biasa untuk mengguncang dunia. Kini Microsoft terbukti berhasil menjadi mesin uang yang sangat ampuh, sehingga tahun-tahun belakangan ini Gates berulang kali dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia.
- Anda mungkin tau Thomas Alpa Edison, penemu bola lampu dunia. Dia telah mengalami gagal dalam eksperimen menciptakan bola lampu sebanyak 5.000 kali. Apakah dia berhenti bereksperimen ? Tidak bahkan dia mengatakan, "saya tidak pernah merasa gagal dalam bereksperimen bola lampu, tetapi saya telah menemukan sebanyak 5.000 kali bentuk kesalahan dalam membuat bola lampu".
- Anda juga meungkin pernah mendengar Kolonel Sanders, pendiri Waralaba Kentucky Fried Chicken, dia tidak memiliki uang sepeserpun, namun ia memiliki sedikit keahlian memasak, salah satunya adalah ayam goreng. Ia bermimpi menjual resep ayam gorengnya kepada restoran untuk menghidupi dirinya di masa tua. ia kemudian menawarkan resep itu kepada lebih dari 1.000 restoran di Amerika, tapi semuanya menolak. Dengan semangat pantang menyerah, akhirnya pada restoran yang ke .1008, ia berhasil menjual resep yang terkenal de seluruh dunia saat ini.
- Haji Ate Tohi, konglomerat industri penyamakan kulit di desa Sukagerang, Garut memulai usahanya dengan modal hanya Rp. 600.000,- pada tahun 1987. ia enggan memanfaatkan tawaran kredit usaha sebesar Rp. 200 juta dari sebuah bank. Ia berasumsi bahwa dengan modal sendiri meskipun kecil, ia masih sanggup membiayai pengembangan bisnis yang telah digelutinyalebih dari 10 tahun. Padahal investasi untuk perluasan pabriknya seluas 2,4 hektar itu tak kurang dari Rp. 1,5 miliar. Mengapa demikian ? Haji Ate Tohi mempunyai prinsip optimis terlebih dahulu beru kemudian berani, berani untuk berspekulasi.
- Sekelompok anak muda yang tergabung dalam bendera usaha PT. Aseli Dagadu Jogja mengawali usaha bisnisnya dari hasil patungan 24 mahasiswa UGM sebesar Rp. 100.000 - Rp. 500.000. Hasil dari patungan itu hanya terkumpul dana sebesar 4 juta. Pada saat ini, mampu menobatkan mereka sebagai juragan kaos oblong dari Jogja.
Dari : Iskandar Zulkarnain (Mediasukses)

































































1 Comment:
memulai saja sudah gamang dan susah, namun lebih susah lagi adalah membuat bisnis terus berkelanjutan untuk jangka waktu yang panjang... berani coba, berani gagal, berani sukses...:)
Post a Comment